Pemkab Landak Berikan Pelatihan Produk Olahan Bidang Peternakan

oleh -628 views
Pelatihan produk olahan bidang peternakan. (IST)

LANDAK, KILASKALBAR.com – Pemerintah Kabupaten Landak melalui Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Bidang Peternakan mengadakan Pelatihan Pengolahan Hasil Produk Peternakan, Jumat (13/3/2020).

Kegiatan ini berlangsung di aula dinas pertanian perikanan dan ketahanan pangan Kabupaten Landak dan dihadiri oleh Sekdis DPPKP Landak yang mewakili Kadis DPPKP Landak, Kepala Bidang Peternakan DPPKP, Ketua Darma Wanita Persatuan (DWP) unit pelaksana DPPKP, serta ibu-ibu DWP DPPKP Kabupaten Landak yang juga menjadi Peserta Pelatihan Pengolahan Hasil Produk Peternakan.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Catering Cafe Ceria dan Bidang Peternakan Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak.

Dalam sambutan Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) yang disampaikan Oleh Sekdis DPPKP Koller Sinaga, SP menyampaikan bahwa ada bermacam-macam produk peternakan yang berpotensi untuk dikembangkan di Kabupaten Landak, misalnya untuk produk daging ayam, sapi atau babi bisa di buat nugget, bakso dan sosis.

“Pengembangan pengolahan peternakan perlu ditingkatkan dari sisi produk dimana pengolahan peternakan masih sub sistem dan skala kecil, kurangnya pemanfaatan potensi daerah, sumber daya manusia ditingkatkan dan sisi permodalan masih kurang,” ujar Sinaga saat menyampaikan sambutan Kepala DPPKP.

Pelatihan ini dapat menambah wawasan dalam rangka meningkatkan produk hasil peternakan sambung Sinaga, telur dan daging bisa ditingkatkan nilai jualnya bila diolah menjadi produk turunan yang lebih bervariasi.

“Untuk itulah DPPKP Kabupaten Landak mengelar pelatihan ini, untuk mengembangkan potensi peternakan di Kabupaten Landak, karena kita tidak hanya mengembangkan peternakan saja, tetapi perlu dipikirkan juga bagaimana pengembangan produk turunan hasil peternakan yang ada,” kata Sinaga.

Sementara itu kepala bidang peternakan DPPKP Kabupaten Landak Intan Aryani menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan seperti pengolahan produk hasil peternakan sudah pernah dilaksanakan pada tahun sebelumya dan akan dilaksanakan terus-menerus untuk memotivasi masyarakat Kabupaten Landak, terkhusus kepada para ibu-ibu.

“Tujuan dari pelatihan ini untuk memberikan pengetahuan dan wawasan, serta melatih para ibu-ibu DWP Unit pelaksana DPPKP Kabupaten Landak untuk lebih berpengalaman dalam pengolahan hasil peternakan agar bisa bernilai ekonomis tinggi. seterusnya kami akan terus melaksanakan kegiatan seperti ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Kabupaten Landak, dalam kesempatan ini, kami juga memberikan secara langsung satu unit mesin penggiling daging kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Samaraga Kecamatan Ngabang,” ucap Intan.

Di tempat terpisah Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengapresiasi DPPKP Kabupaten Landak khususnya Bidang Peternakan yang selalu memberikan pelatihan pengolahan produk hasil peternakan kepada masyarakat Kabupaten Landak. Karolin berharap, dari hasil kegiatan ini dapat memberikan motivasi ibu-ibu untuk lebih maju dalam melakukan usaha dibidang pengolahan hasil peternakan.

“Saya berharap kegiatan ini dapat berdampak yang positif dalam upaya meningkatkan ekonomi keluarga dan memanfaatkan waktu menjadi lebih produktif terutama untuk para ibu-ibu di Kabupaten Landak,” tukas Karolin.

Bupati Landak juga mengharapkan pelatihan ini bisa membuka cakrawala berfikir dan menginspirasi masyarakat secara umum terhadap pengolahan hasil produk peternakan untuk berpartisipasi aktif dalam rangka penyediaan dan pemenuhan konsumsi pangan asal ternak di Kabupaten Landak.

“Saya juga berpesan kepada KWT Samaraga Kecamatan Ngabang yang pada hari ini mendapatkan bantuan satu unit mesin penggiling daging oleh Pemerintah Kabupaten Landak, gunakanlah sebaik mungkin apa yang telah pemerintah berikan dan dengan adanya mesin penggiling daging ini KWT Samaraga dapat membuat olahan produk dari hasil peternakan, jangan hanya dijadikan pajangan di rumah, Pemkab Landak selalu mendukung dan memberdayakan kelompok-kelompok masyarakat agar lebih produktif, upaya untuk pengembangkan pengolahan dan pemasaran produk peternakan,” tutup Karolin. (*)