Bukalapak Gandeng Pemerintah Pusat dan Daerah Berdayakan Para Pelaku Usaha untuk Naik Kelas

oleh -1.491 views
Triawan Munaf, Kepala BEKRAF (tengah) didampingi Fajrin Rasyid, Co-Founder dan President Bukalapak) mengunjungi booth Mitra Bukalapak dalam acara Peluncuran Program Digitalisasi Pembiayaan Ultra Mikro.

JAKARTA, KILASKALBAR.com – Bukalapak sebagai sebuah perusahaan teknologi terus berupaya mewujudkan komitmen untuk membangun Indonesia dengan pemanfaatan teknologi.

Kali ini, Bukalapak bekerjasama dengan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk pembiayaan pinjaman usaha Mitra Bukalapak yang dikenal dengan program pembiayaan Ultra Mikro (UMi). Peluncuran Program Digitalisasi Pembiayaan Ultra Mikro ini dilaksanakan pada 11 Desember 2018 di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Kerjasama ini akan menyasar kepada ratusan ribu Mitra Bukalapak yang tersebar di seluruh Indonesia untuk mendapatkan fasilitas dan akses permodalan untuk pengembangan usahanya. Pinjaman UMi yang sudah diberikan dapat digunakan oleh Mitra Bukalapak untuk membeli kebutuhan warungnya seperti sembako dan lainnya di aplikasi Bukalapak.

Di samping itu, modal tersebut juga dapat digunakan untuk melayani masyarakat yang ingin melakukan pembayaran seperti BPJS, PDAM, PLN dan sebagainya. Kerjasama ini bertujuan agar usaha mikro dan juga Mitra Bukalapak dapat lebih bersaing dengan usaha-usaha besar lainnya. Hal ini sejalan dengan misi yang dijalankan Bukalapak yaitu untuk menaik kelaskan warung-warung yang ada di Indonesia.

Pembiayaan UMi merupakan program tahap lanjutan dari program bantuan sosial menjadi kemandirian usaha yang menyasar usaha mikro yang berada di lapisan terbawah, yang belum bisa difasilitasi perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). UMi memberikan fasilitas pembiayaan maksimal Rp10 juta per nasabah dan disalurkan oleh Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). Sumber pendanaan berasal dari APBN, kontribusi pemerintah daerah dan lembaga-lembaga keuangan, baik domestik maupun global.

“Memberdayakan masyarakat dari akar rumput adalah salah satu misi kami di Bukalapak. Kami ingin usaha-usaha mikro seperti warung atau Mitra Bukalapak bisa naik kelas bersama Bukalapak dengan pemanfaatan teknologi. Kerjasama ini diharapkan kedepannya Mitra Bukalapak dapat membantu pemerintah agar penerima pinjaman tepat sasaran,” ujar Fajrin Rasyid selaku Co-Founder and President Bukalapak.

Fajrin menambahkan pinjaman UMi akan diberikan secara cashless yang digabungkan dengan teknologi yang dimiliki oleh Mitra Bukalapak. Hal ini dapat membantu pemerintah untuk menelusuri penggunaan pinjaman tersebut agar pinjaman dapat dipergunakan untuk meningkatkatkan produktivitas dan daya saing usaha warung agar dapat naik kelas.

Masih sejalan dengan upaya membangun Indonesia dengan pemanfaatan teknologi, Jumat 7 Desember lalu, bertempat di Hotel Grand Sahid Jakarta, Bukalapak bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sepakat mengadakan kerjasama untuk mewujudkan Sulawesi Barat yang berbasis digital. Penandatangan surat kesepakatan kerjasama dilakukan oleh Fajrin Rasyid selaku Co- Founder and President Bukalapak dan Andi Ali Baal Masdar selaku Gubernur Sulawesi Barat.

“Bukalapak terus berkomitmen untuk membangun Indonesia dengan pemanfaatan teknologi. Kami membuka peluang kerjasama dengan siapa saja termasuk dengan pemerintah provinsi seperti Sulawesi Barat. Kami berharap dengan adanya kerjasama ini, penetrasi digital di Sulawesi Barat bisa semakin meningkat,” kata Fajrin.

Fajrin menambahkan kerjasama ini tentunya mengoptimalkan berbagai fitur dan produk di Bukalapak demi memberikan solusi bagi kebutuhan masyarakat di Sulawesi Barat serta memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) setempat. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan model bisnis dari offline menjadi online serta penyajian data dan informasi produk unggulan Sulawesi Barat adalah tiga hal yang menjadi sorotan kerjasama ini.

Provinsi Sulawesi Barat memiliki komoditas produk unggulan seperti cokelat, kopi dan pisang serta beragam produk olahan laut. Produk unggulan tersebut akan semakin dikenal luas oleh masyarakat Indonesia jika sistem pemasarannya tepat. Dalam hal ini, Bukalapak memfasilitasi pelatihan mengenai UKM go online agar barang-barang jualan mereka dapat dipasarkan hingga ke seluruh Indonesia dengan dukungan teknologi bersama Bukalapak. Pelatihan ini akan difasilitasi oleh Komunitas Bukalapak yang saat ini sudah tersebar di lebih dari 100 kota dan kabupaten di Indonesia.

“Bukalapak secara konsisten terus memberdayakan para pelaku UKM di seluruh Indonesia dengan memberikan dukungan teknologi. Bukalapak bekerja sama dengan sejumlah pemerintah provinsi termasuk Provinsi Sulawesi Barat untuk mrmbangun Indonesia ke arah yang lebih baik”, tutup Fajrin. (*)