Karolin Kunjungi Korban Banjir Kecamatan Mandor

oleh -159 views
Bupati Karolin mengunjungi warga korban banjir.

LANDAK, KILASKALBAR.com – Hujan deras yang terjadi sejak Jumat (7/6/2019) di wilayah Kabupaten Landak mengakibatkan beberapa kecamatan di kabupaten tersebut mengalami musibah seperti banjir di Kecamatan Mandor, Kecamatan Sengah Temila dan tanah longsor di Kecamatan Kuala Behe sehingga berdampak pada lumpuhnya aktifitas masyarakat dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari.

Seperti di Desa Mandor, Kecamatan mandor akibat tingginya intensitas curah hujan yang mengakibatkan meluapnya sungai mandor sehingga masyarakat di Desa Mandor mengalami musibah banjir yang terjadi sejak Jumat malam hingga saat ini masih menggenangi rumah warga.

Pada Sabtu malam (8/6/2019) Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengunjungi korban banjir di Desa Mandor, Kecamatan Mandor dengan didampingi Sekretaris Daerah Landak, Kasdim 1201/Mempawah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Landak, Camat Mandor, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mandor, dan Kepala Desa Mandor ke posko pengungsian di Kantor Desa Mandor untuk melihat kondisi masyarakat serta mengunjungi kediaman orang tua korban yang meninggal dunia.

“Untuk saat ini kondisi kedalaman air sudah mulai berkurang namun hanya rumah yang berada di bantaran sungai masih terendam banjir, tetapi kita masih meminta masyarakat untuk tetap mengungsi di posko pengungsian mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan yang dikhawatirkan mengakibatkan banjir kembali lagi,” ucap Bupati Landak.

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Landak ada 3 Dusun yang terkena banjir yakni Dusun Mandor dengan jumlah korban yang terkena dampak banjir 983 jiwa atau 250 Kepala Keluarga (KK), Dusun Kopiang 47 jiwa atau 13 KK dan Dusun Liansipi 18 jiwa atau 5 KK dengan menelan satu orang korban jiwa Heru Gunawan (19) tahun.

“Ada 3 Dusun daerah yang terdampak banjir di Desa Mandor, Kecamatan Mandor yakni Dusun Mandor, Dusun Kopiang dan Dusun Liansipi dengan jumlah korban yang terkena banjir sebanyak 1.048 jiwa atau 268 Kepala Keluarga (KK) dengan menelan satu korban jiwa. Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Landak dalam situasi bencana dan musibah ini agar berhati-hati serta saling menjaga, apabila kondisi tempat masyarakat sudah terendam banjir dan tidak bisa ditempati sebaiknya mengutamakan keselamatan jiwa dengan mengungsi di Posko pengungsian yang berada di Kantor Desa Mandor,” imbau Bupati Landak.

Lebih lanjut Bupati Landak membarikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir di Kecamatan Mador dengan memberikan posko pengunsian, posko kesehatan, dapur umum dan bantuan sembako serta memberikan pertolongan evakuasi kepada masyarakat yang masih berada ditempat tinggal mereka dengan menurunkan personil dari BPBD Kabupaten Landak yang bantu dari pihak TNI dan Polri.

“Selain membuka posko pengungsian kita juga sudah membuka posko kesehatan dan dapur umum serta bantuan beras dan bahan makanan terhadap korban terdampak banjir ini, untuk mereka yang sakit saat ini sudah dirawat di Puskesmas yakni satu orang akan melahirkan dan satu orang lumpuh. Kita juga bekerjasama dengan pihak Kodim 1201/Mempawah dan Polres Landak untuk mambantu BPBD Kabupaten Landak dalam melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang masih berada di tempat tinggal mereka,” tutur Karolin. (noy)