Lomba Mewarnai KMN, Sarana Latihan Anak-anak Untuk Rajin Menulis dan Menggambar

oleh -551 views
Karolin bersama anak-anak PAUD. (IST)

LANDAK, KILASKALBAR.com – Bupati Landak Karolin Margret Natasa secara langsung membuka lomba mewarnai tingkat Pendidikan Usia Dini (Paud) dan Sekolah Dasar (SD) di Taman Kota intan Ngabang, Kabupaten Landak, Jumat (7/2/2020) Sore.

Ada 120 peserta yang telah mengikuti perlombaan mewarnai ini terdiri dari anak Laki-laki dan anak perempuan, Pendidikan Usia Dini (Paud) berjumlah 45 orang dan Sekolah Dasar (SD) berjumlah 75 orang.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa yang didampingi oleh Sekda Landak Vinsensius dan Kepala RSUD Landak mengatakan bahwa lomba mewarnai ini adalah salah satu cara untuk melatih motorik pada anak-anak, jika nanti anak-anak sudah mewarnai gambar dengan betul, di dalam garis dan garisnya sama, berati anak tersebut otot-otot tanganya secar motorik halus dan kasarnya sudah bekerja bagus.

“Sebelum anak-anak diajari untuk menulis, lebih baiknya untuk melatih otot-otot anak tersebut dengan gampang dan sederhana yaitu mewarnai gambar seperti perlombaan yang Kita adakan ini,” jelas Karolin.

Lebih lanjut Karolin mengatakan bahwa banyak cara yang bisa melatih otot-otot pada anak salah satunya dengan cara melatih anak-anak untuk menumbuk.

“Menurut ilmu kedokteran dan pendidikan latihan menunmbuk itu adalah salah satu cara untuk memperkuat tangan dan jari-jari pada anak, sehingga ketika anak-anak memegang pulpen atau pensil untuk belajar menulis tangannya sudah kuat, gridnya sudah sangat bagus, itulah salah satu melatih anak-anak sejak usia dini,” tukas Karolin.

Ia juga menyampaikan kegiatan ini baru pertama kalinya yang langsung di adakan oleh pemerintah Kabupaten Landak dengan antusias masyarakat untuk mengikuti kegiatan lomba mewarnai gambar ini luar biasa ramainya.

“Ke depannya kegiatan seperti ini akan terus kita adakan, untuk melatih anak-anak dalam belajar sambil bermain, dan ke depanya juga Taman Kota Intan Ngabang ini akan terus kita benahi sebaik mungkin sebagai ruang edukasi publik, agar anak-anak lebih asik untuk bermain sambil belajar,” tutup Karolin. (*)