Kasus Ujaran Kebencian Meningkat di Kalbar

oleh -1.403 views
Kapolda Irjen Pol Didi Haryono bersama Kepala Staf Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Brigadir Jenderal TNI Alfret Denny D Tuejeh dan Wagub Kalbar Ria Norsan di kegioatran Upacara Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi Polisi Militer di Halaman Markas Polisi Militer Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Pontianak, Jumat (8/2/2019).

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Sepanjang 2018, kasus ujaran kebencian atau hate speech meningkat di Kalimantan Barat. Data Polda Kalbar menyebutkan ada 37 laporan. Hal itu mengalami peningkatan dari tahun 2017 yang berjumlah 19 laporan. Artinya mengalami peningkatan 94 persen.

“Ini nyaris seratus persen kasus ujaran kebencian. Rata-rata yang dilaporkan akibat dampak media sosial. Mereka tidak terima, akhirnya melaporkan kepada kami,” kata Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, usai menghadiri Upacara Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi Polisi Militer di Halaman Markas Polisi Militer Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Pontianak, Jumat (8/2/2019).

Kapolda Kalbar mengaku prihatin atas kasus ujaran kebencian tersebut. Karena, jika media sosial itu digunakan dengan baik dan benar, tentu akan berdampak positif.

“Melek media sosial itu bukan malah menyebarkan informasi bohong. Ini malah berdampak negatif. Sangat disayangkan. Marilah bijak menggunakan media sosial,” kata Didi mengingatkan.

Ia mengingatkan kepada jajarannya, harus bisa menjadi contoh di tengah masyarakat. Caranya adalah memberitahu dan diskusi bersama di semua kalangan masyarakat.

“Polsek kami kedepankan, peran Bhabinkamtibmas menjadi ujung tombak di tengah-tengah masyarakat. Para personel Bhabinkamtibmas inilah diharapkan dapat memberikan perubahan berarti. Ingat, menjadi anggota polisi itu mengayomi, melindungi, melayani. Bukan dilayani,” tegasnya.

Didi menuturkan, aparat kepolisian di era demokrasi menghadapi eskalasi tantangan dalam setiap zaman. Polisi pun diharuskan bertindak progresif kontekstual yang hanya bisa dilakukan bila ada upgrading skill, attitude, knowledge, dan experiental.

“Saat ini kita berada pada era globalisasi, lahirnya dunia baru cyber space atau dunia maya yang menyebabkan terjadinya revolusi dalam berbagai bidang kehidupan. Terpenting dalam pengelolaan interaksi dunia maya ialah penyiapan sumber daya manusia yang kapabel untuk menghadapi dan menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi.  Lantas, siapa harus menyiapkan dan membangun budaya dan peradaban polisi yang profesional untuk menghadapi masa depan yang lebih berat? Kita!,” ucapnya.

Kepala Staf Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Brigadir Jenderal TNI Alfret Denny D Tuejeh, mengatakan, dalam mengantisipasi meningkatnya kejahatan media sosial dan media elektronik, prajurit POM TNI harus mampu mengikuti perkembangan teknologi.

Hal ini bertujuan untuk mencegah dan menindak kejahatan dimaksud, guna membentengi pengaruh negatif media sosial, serta menjaga nama baik TNI dari penyebaran berita bohong atau hoaks.

“Pelaksanaan operasi Gaktib dan operasi Yustisi harus pula dikembangkan ke arah peningkatan profesional prajurit dan subjek hukum melalui upaya edukasi. Esensi operasi ini adalah proses berkelanjutan dari upaya pencegahan dan penyelesaian pelanggaran hukum bagi prajurit dan PNS TNI. Hal ini harus diwujudkan, baik perorangan maupun kesatuan, sesuai dengan tema  operasi Gaktib  tahun 2019 “Dengan Operasi Gaktib TA 2019, Polisi Militer berkomitmen meningkatkan Disiplin, ketaatan hokum, dedikasi dan loyalitas prajurit, dalam mendukung Tupok TNI guna mewujudkan bersama rakyat TNI kuat,” katanya.

Ia berharap, pemahaman dan kepatuhan atas hukum serta aturan yang berlaku, dapat dilaksanakan bersinergi dan kerjasama yang baik dengan stakeholder lainnya.  Pegang teguh komitmen netralitas TNI sehingga pesta demokrasi berjalan dengan aman, lancar, damai dan sukses.

“Sikapi secara cerdas setiap perkembangan yang ada, termasuk hoaks, upaya adu domba, provokasi, penyalahgunaan media sosial dan cyber. Para komandan satuan memberikan dukungan penuh demi suksesnya penyelengaraan operasi ini. Pelihara dan tingkatkan kemanunggalan dengan rakyat agar terwujud Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkedaulatan,” tuturnya. (*)