Perintahkan Buka Posko, Karolin Juga Minta Kades Data Warga Penerima Bantuan Akibat Dampak Pandemik Covid-19

oleh -606 views
Karolin instruksikan kepala desa untuk segera membuka posko penanganan dan pencegahan Covid-19. (IST)

LANDAK, KILASKALBAR.com – Bupati Landak Karolin Margret Natasa menginstruksikan kepada seluruh desa yang ada di Kabupaten Landak yang telah mencairkan dana desa untuk membentuk Posko penanganan wabah Corona Virus Disease (Covid-19) di desanya masing-masing.

“Saya instruksikan kepada kepala desa yang telah mencairkan anggarannya untuk secepatnya membuat posko penanganan dan pencegahan Corona Virus Disease di desa, agar bisa membantu Pemerintah Kabupaten melakukan penanganan, jadi kalau desa menganggarkan dana desa misalnya menyemprotkan disinfektan atau sebagainya itu bisa dianggarkan di posko, termasuk penganggaran sarung tangan, masker untuk petugas yang melakukan penyemprotan,” tegas Karolin.

Hal ini disampaikan Karolin Margret Natasa pada saat melakukan rapat koordinasi menggunakan video conference dengan kepala desa di Kabupaten Landak untuk membahas rencana kerja ke depan terutama terkait penanganan dan pencegahan Covid-19, Senin (6/4/2020).

Salah satu peran posko penanganan wabah Covid-19 yang sangat penting, kata Karolin adalah untuk membantu Pemerintah Kabupaten dan Pemerintahan Provinsi untuk pendataan kepada masyarakat.

“Pendataan ini bertujuan untuk mengetahui orang luar yang masuk di Kabupaten Landak dan mendata jika ada yang bergejala sehingga bisa bantu melapor lebih cepat kepada kami, gejala dari Covid-19 ini dapat kita lihat dari orang yang menderita batuk, pilek, demam, sesak nafas dan bahkan baru-baru ini dirilis juga dari IDI bahwa salah satu gejala adalah sakit mata, jadi banyak sekali gejalanya tapi prinsipnya biasanya mengakibatkan demam dan sesak nafas, jika ada pasien gejalanya seperti itu cepat berkoordinasi dan dibawa ke Puskesmas, Pemerintah Kabupaten Landak telah menyediakan rapid test, jadi bisa dites sederhana tapi bagi yang sangat dicurigai itu bisa dilakukan tes cepat dan nantinya akan dikonfirmasi lagi dengan hasil tes yang lebih akurat,” jelas Karolin.

Bupati Landak juga menyampaikan dengan pembentukan posko ini juga bertujuan untuk pendataan kepada masyarakat, untuk penerima bantuan dari pemerintah yang akan memberikan bantuan pangan, seperti pembagian beras kepada masyarakat.

“Pembagian beras yang akan diberikan terlebih dahulu yaitu bantuan beras dari Provinsi, ada 57.253 rumah tangga yang mendapatkan bantuan dari Provinsi, tetapi Pemerintah Kabupaten Landak juga mengangarkan untuk 37.000 rumah tangga yang akan kita berikan bantuan, karena bantuan ini dalam kondisi bencana maka yang akan diberikan bantuan, bukan hanya yang masuk dalam data miskin,” terang Karolin.

Ia juga meminta camat dan kepala desa untuk memberikan perhatian khusus kepada daerah yang agak padat penduduk dan masyarakatnya yang di-PHK atau dirumahkan karena kondisi saat ini, untuk didata sehingga nanti bisa diberikan bantuan, menyusul bantuan dari provinsi.

“Jadi saya harap pemerintah desa segera bergerak cepat untuk melakukan pendataan, anggaran sudah ada, tetapi untuk bisa mengeluarkan atau mencairkan anggaran pemerintah memerlukan data yang akurat, Pemerintah Kabupaten Landak sudah menanyakan Rp8,8 miliar untuk membeli beras. Kita juga memberikan perhatian khusus kepada daerah yang agak padat penduduk dan masyarakatnya yang di-PHK atau dirumahkan karena kondisi saat ini, untuk di data sehingga nanti bisa diberikan bantuan, menyusul bantuan dari provinsi,” tutur Karolin. (*)