Menyikapi Pemberitaan Virus Corona, Aris Munandar Ajak Masyarakat Tidak Panik

oleh -827 views
H. Aris. (IST)

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Tokoh pemuda Kota Pontianak, Aris Munandar, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terlalu panik menyikapi pemberitaan mengenai pemantauan atau pengawasan warga, terkait kasus virus corona (Covid-19).

Ia mengatakan, kepanikan yang berlebihan atau panic buying dapat berdampak negatif, baik terhadap psikologis maupun stabilitas ekonomi.

“Dari sisi psikologis, kepanikan dapat mendorong seseorang mengambil langkah yang cenderung berlebihan. Menganggap akan terjadi wabah besar yang berdampak pada kesehatan. Belum lagi, oleh dorongan yang tinggi untuk menyelamatkan diri dan keluarga, tanpa ada kepedulian terhadap kepentingan sosial. Yang terjadi, impulsive buying atau keputusan tidak terencana untuk membeli produk atau jasa,” ujar Munandar di Pontianak, Jumat (6/3/2020).

Munandar mengungkapkan, bahwa saat ini telah terjadi kepanikan di sebagian masyarakat. Hal itu dapat dilihat, di mana orang dalam pengawasan virus corona yang identitasnya telah diketahui, mulai dikucilkan.

“Padahal itu baru dalam pengawasan, belum dapat dipastikan positif terkena virus corona. Sangat disayangkan, karena panik yang berlebihan, berimbas pada sikap kita kepada orang lain,” katanya.

Timpal Munandar, kepanikan juga dapat dilihat atas berkurangnya stok keperluan kesehatan dan kebutuhan pokok.

“Masker dan hand sanitizer diborong sampai akhirnya stok menipis dan harganya melambung tinggi. Ada juga yang menimbun sembako, karena berlebihan menyikapi hal ini,” terang dia.

Munandar berharap ada upaya sinergi dari berbagai pihak dalam menyikapi informasi kasus virus corona di Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat.

Dari pemerintah, kata Munandar, bisa memberikan informasi yang akurat terkait gejala penyakit, proses penularan, masa inkubasi, cara pencegahan dan langkah-langkah intervensinya.

Selain itu, masyarakat diharapkan dapat proaktif mencari tahu tentang virus corona dari sumber terpercaya.

“Jangan menelan mentah-mentah informasi yang beredar yang mana belum bisa dipastikan akurasi beritanya. Kita minta juga media mainstream tidak berlebihan dalam memberitakan. Harusnya bisa menenangkan, jangan malah menambah kepanikan dari berita-berita yang heboh,” harap Munandar. (noy)