Sutarmidji Nilai Pemkab Bengkayang Lamban Tangani Warganya yang Dikarantina

oleh -657 views
Sutarmidji.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menilai, pihak Pemerintah Kabupaten Bengkayang lamban dalam menangani warganya sepulang dari Korea Selatan, yang saat ini tengah dikarantina di RS Abdul Azis Singkawang untuk dilakukan observasi.

“Kasus Bengkayang sudah lama. Saya yang menghubungi, baru mereka bergerak dan saya yang minta ditangani, baru ditangani,” ujarnya kepada awak media, Kamis (5/3/2020).

“Harusnya cepat dibawa. Orang sudah ribut baru dibawa. Setelah di WA saya langsung hubungi Kadiskes dan katanya Rumah Sakit Abdul Azis (Singkawang) yang tidak merespon. Padahal Pemdanya yang responnya lama,” timpal Sutarmidji.

Menurut Sutarmidji, mestinya Pemkab Bengkayang sudah melakukan antisipasi sejak dini. Terlebih, daerah tersebut berbatasan langsung dengan negeri jiran Malaysia.

“Bengkayang inikan ada kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia di Jagoi Babang. Seharusnya antisipasi dari awal. Ini setelah dihubungi baru bergerak,” katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, empat warga asal Kabupaten Bengkayang dirujuk ke RS Abdul Azis Singkawang untuk diobservasi di ruang isolasi, Rabu (4/3/2020). Rujukan dilakukan setelah empat warga itu sudah 10 hari pulang dari Korea Selatan.

Keempat warga tersebut merupakan satu keluarga, di mana sepulang dari Korea Selatan, sang anak yang berusia 5 tahun mengalami gejala batuk, pilek dan demam.

Pihak RS Abdul Azis pun langsung mengambil tindakan dengan mengambil sampel lendir tenggorokan keempat warga Bengkayang itu.

Direktur RS Abdul Aziz Singkawang, Ruchanihadi, mengatakan, pengambilan sampel itu akan dilakukan tes ke Puslitbangkes di Jakarta.

“Rencananya akan kita ambil sampel lendir tenggorokan mereka yang dikarantina untuk dikirim ke Puslitbangkes di Jakarta. Dari hasil itulah kita akan mengetahui hal sebenarnya,” ucapnya, Rabu (4/3/2020) malam.

“Saya tidak tahu kapan keluarnya (hasil tes) nanti. Yang jelas kita observasi dulu di ruang isolasi,” tuturnya. (noy)