Susi Wu Dukung Warga Tolak Tempat Karantina Covid-19 di Sekitar Pemukiman

oleh -621 views
Aksi warga bersama anggota DPRD Kota Singkawang, Susi Wu, menolak wilayah pemukiman penduduk dijadikan tempat karantina kasus Covid-19. (IST)

SINGKAWANG, KILASKALBAR.com – Anggota DPRD Kota Singkawang, Susi Wu, secara tegas menolak wacana Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang yang ingin menjadikan Gedung Diklat di Gang Sosial, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan sebagai tempat karantina dan ruang isolasi kasus Covid-19.

“(Selaku dewan saya) nolak. Karena saya tetap ada di pihak warga. Karena kita yang merasakan, kita tinggal di sini,” ujarnya kemarin.

Menurut anggota dewan dari daerah pemilihan Singkawang Selatan ini, wacana tersebut sudah membuat panik warga setempat.

“Saya juga sangat memaklumi kekhawatiran masyarakat. Dan bahkan saya melihat di sini semua sudah panik. Siapa yang tidak takut dengan penyakit ini kan? Virus ini sudah mewabah di dunia,” kata politisi Partai Nasdem ini saat hadir dalam aksi penolakan warga terhadap wacana tersebut.

Susi berpandangan wacana Pemkot Singkawang seakan bertolak belakang dengan anjuran pemerintah, di mana warga mesti ikut berpartisipasi dalam memantau keluar masuknya orang di suatu wilayah agar wilayah tersebut terbebas dari wabah Covid-19

“Masak yang sudah ODP, PDP atau OTG mau dipindahkan ke sini. Logikanya di mana gitu lho. Setiap tempat kan kita maunya steril dari virus. Bagaimana kalau mereka dipindahkan ke sini, seperti apa pemikirannya (Pemkot),” terangnya.

“Saya kan menjadi merasa lucu. Masak tanpa pemberitahuan. Langsung tunjuk tempat dan dimasukkan ke sini,” timpal Susi.

Menurut Susi, tempat karantina bukannya di wilayah pemukiman yang padat penduduk.

“Kalau karantina harus di tempat yang sepi dong. Kalau penyakit ditaruh di tempat yang ramai, bukannya makin banyak makin merebak. Ini katanya mau memutus rantai penyebarannya, tapi ditaruh di pemukiman padat,” tegas Susi.

Susi menyampaikan, pemerintah mesti mencari tempat yang tepat untuk lokasi karantina.

“Kalau tempat karantina, cari tempat yang jauh dari pemukiman penduduk bukan tempat keramaian yang setiap hari orang berlalu lalang kan. Ya terserahlah mau di mana yang penting tidak di tempat yang ramai penduduknya,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, dalam aksi yang dilakukan warga dari RT 02, 03, dan 04 belum lama ini, warga menolak wilayahnya dijadikan tempat karantina kasus Covid-19.

Warga khawatir dengan wacana Gedung Diklat dijadikan tempat karantina, lantaran lokasinya di sekitar pemukiman padat penduduk. Warga merasa terancam karena bisa saja terpapar virus Covid-19. (noy)