Peletakan Batu Pertama Renovasi Gereja Salib Suci Ngabang

oleh -333 views
Bupati Karolin meletakkan batu pertama renovasi gereja Katolik Paroki Salib Suci Ngabang. (IST)

LANDAK, KILASKALBAR.com – Bupati Landak Karolin Margret Natasa secara resmi melakukan peletakan batu pertama renovasi gereja Katolik Paroki Salib Suci Ngabang dengan dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Landak, Sekretaris Daerah Kabupaten Landak, Kepala OPD dilingkungan pemerintah Kabupaten Landak, Bimas Katolik, Camat Ngabang dan Para Kepala Desa Kecamatan Ngabang, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat di Landak pada Senin (2/3/2020).

Sebelum dilakukan peletakan batu pertama oleh Bupati Landak, acara didahului dengan pemberkatan lokasi dan material renovasi Gereja Katolik, Salib Suci Ngabang yang dilakukan oleh Pastor Merico, OFM Cap.

Dalam sambutanya Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyampaikan Gereja Katolik Salib Suci Ngabang ini usianya sudah cukup tua dan memang dibangun pada jaman dulu sesuai dengan kondisi jaman itu dengan umat yang masih belum banyak.

“Kondisi sekarang sudah sangat jauh berbeda dimana jumlah umat yang ada di kota Ngabang jauh lebih banyak dan bahkan sampai tidak muat lagi di gereja yang ada sekarang, bahkan dihari Minggu biasa pun, umat yang mengikuti ibadah sampai keluar gereja,” tukas Karolin.

Lebih lanjut Bupati Landak menegaskan bahwa Pemerintah Daerah berkewajiban menyediakan tempat ibadah yang lebih representatif berkaitan dengan perkembangan umat.

“Apalagi kalau terjadi hujan dan angin umat yang membawa anak kecil dan keluarga itu sangat kerepotan, karena situasinya memang berada diluar gereja, oleh karena itu kami melihat perkembangan ini mencoba untuk berinisiasi bagaimana kalau kita lakukan sesuatu untuk mengembangkan gereja yang ada ini agar lebih representatif bagi umat,” jelas Karolin.

Bupati Landak bersyukur bahwa Renovasi gereja ini telah direspon baik oleh pastor paroki dan disusunya kepanitiaan yang akan segera bekerja untuk bisa melakukan renovasi Gereja Salib Suci Ngabang ini.

“Karena kita menggunakan keuangan Negara maka ada tahapan-tahapan dan ada juga batas waktu, sehingga hal ini harap diperhatikan baik oleh konsultan, panitia, maupun pelaksana pembangunan, jadi saya harapkan kegiatan ini bisa selesai sebelum Natal tahun 2020 ini, selain memudahkan panitia dalam proses pelaporan dan LPJ, juga bisa digunakan oleh umat pada saat Natal Tahun ini,” ujar Karolin.

Prosesi peletakan batu pertama ini sambung Karolin, untuk memohon berkat kepada Tuhan yang maha kuasa, pada Allah, Bapa, Putra dan Roh Kudus, agar proses ini di jauhkan dari berbagai hambatan, lancar semuanya, baik semuanya dan selesai pada waktunya.

“Oleh karena itu panitia harus menjaga kekompakan sampai pembangunan ini selesai, jika ada hal-hal dalam proses pembangunannya, agar dibicarakan secara internal, jangan dibicarakan di warung kopi atau media sosial, kalau ada masukan dalam proses pembangunan, silahkan di diskusikan bersama dan di putuskan bersama, mana yang terbaik bagi kepentingan gereja ini,” kata Karolin.

Ia juga mengatakan masyarakat dan umat tidak dilarang untuk memberikan masukan untuk renovasi gereja tersebut, tetapi panitia yang di tunjuk harus menjadi saluran komunikasi dan informasi kepada seluruh umat.

“Karena umat di ngabang ini sangat banyak, sehingga mungkin masing-masing punya pendapat ataupun saran, dan disarankan untuk bisa menyampaikannya kepada panitia, hal ini bukan kita kebanyakan anggaran tetapi memang dibutuhkan, sehingga kita jadikan pioritas. Saya juga berharap agar panitia, pasator untuk bersama-sama kita menyampaikannya kepada umat, mungkin ada pertanyaan-pertanyaan dan sebagainya,” ucap Karolin.

Bupati Landak juga menyampaikan bahwa Desain renovasi gereja ini merupakan desain yang mempertimbangkan fungsi bukan saja hanya masalah keindahan tetapi juga berkaitan dengan kontruksi awal bentuk awal gereja ini.

“Karena anggaranya terbatas tidak bisa kita rubah 100%, tentu kita memanfaatkan bangunan yang eksiting yang ada saat ini, kemudian mempertimbangkan kemampuan kontruksi dan sebagainya, desain ini lah model terbaik dibuat oleh arsitek atau konsultan dan ini sudah akan meningkatkan kapasitas gereja ini lebih dari pada yang sekarang, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak, mohon dukunganya, mohon doanya dari kita semua sehingga proses ini bisa berjalan baik dan lancar,” tutup Karolin. (*)