Pemuda Kalbar Ingin Cornelis dan OSO Masuk Dalam Jajaran Kabinet Jokowi-Ma’ruf

oleh -1.670 views
OSO (kiri) bersama Cornelis. IST

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menetapkan pasangan Jokowi-Maruf sebagai pemenang dalam Pilpres tahun 2019.

Ketua Forum Perbatasan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Abelnus berharap agar pada periode kedua Presiden Joko Widodo dapat mengambil putra/putri terbaik Kalimantan Barat untuk masuk dalam jajaran menteri kabinetnya.

Menurut Abelnus, putra Kalbar sudah sepantasnya menjadi menteri mengingat telah kedua kalinya Jokowi menang di Kalbar, mestinya mengapresiasi kerja keras para tokoh dari Kalbar dalam rangka memenangkan pasangan Jokowi-Maruf.

Hemat Abelnus, ada beberapa tokoh Kalbar yang layak dan dianggap siap menjadi menteri, seperti Cornelis dan Oesman Sapta atau yang akrab disapa OSO.

Menurut Abel, kedua tokoh ini tak perlu diragukan lagi kapasitas dan integritasnya. Sebab sudah berpengalaman sesuai bidang masing-masing.

Cornelis sangat berpengalaman di bidang pemerintahan, baik dari level bawah hingga level atas, terbukti ia pernah menjadi camat, dua periode Bupati Landak dan dua periode pula menjadi Gubernur Kalbar. Dan saat ini Cornelis adalah Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar, dan bahkan memperoleh suara terbanyak dalam Pileg 2019 tingkat DPR RI.

“Jika kita amati dari rekam jejak Cornelis, sangat cocok dan tepat menjadi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, karena sangat berpengalaman di bidang manajemen pemerintahan,” ujar Abel kepada kilaskalbar.com, Selasa (2/7/2019).

Selain itu, kata Abel, Cornelis berpengalaman menjadi camat hingga bupati sehingga dia mengetahui betul kepentingan-kepentingan di daerah, Sehingga kolaborasi kerja antara pemerinth daerah dan pemerintah pusat akan terjalin kerja yang baik ke depannya.

“Pengalaman beliau yang pernah menjadi camat hingga dengan gubernur dua periode akan sangat tepat mengisi Menteri Dalam Negeri,” timpalnya.

Selain Cornelis, nama lain adalah OSO yang telah lama berkiprah di kancah nasional dan sekarang menjabat sebagai Ketua DPD RI serta sebagai Ketua DPP Partai Hanura.

OSO tercatat sebagai pengusaha asal Kalbar sangat tepat untuk menjadi Menteri Perdangangan. Karena backgroundnya sebagai pengusaha, sudah tentu memahami keadaan pasar, baik pasar lokal, nasional maupun pasar global.

Abel berpandangan, empat faktor alasan putra/putri terbaik dari Kalbar mesti masuk dalam kabinet Jokowi-Maruf, pertama, menggingat Kalbar merupakan daerah yang sangat besar kontribusinya terhadap kesuksesan pemerintahan di masa Jokowi terutama dalam menjaga ketertiban dan keamanan baik masa-masa Pemilu (Pilkada, Pileg dan Pilpres)  maupun selama pemerintahan Jokowi berlangsung.

Kedua, faktor politik. Periode pertama dan periode kedua Jokowi selalu menang di Kalbar. Artinya, tokoh-tokoh Kalbar bekerja keras memenangkan pasangan Jokowi-Maruf. “Dan saya kira perlu mendapatkan apresiasi,” ucap Abel.

Ketiga, faktor geografis. Kalbar merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, sehingga memerlukan penanganan khusus dari pemerintah pusat serta memahami aspek kearifan lokal setempat.

Dan, faktor keempat adalah selama ini bahkan masa kepemimpinan Jokowi periode pertama, putra/putri terbaik Kalbar belum pernah masuk dalam jajaran menteri.

“Dan saya berharap periode kedua Jokowi putra/putri Kalbar mesti ada yang masuk dalam jajaran kabinet/menteri Jokowi,” harapnya.

Ke depan, imbuh Abel, Presiden Jokowi juga mesti mempertimbagkan dari kalangan anak muda untuk mengisi jabatan menteri dan beberapa pejabat setingkat menteri maupun staf di kementerian. Tujuannya adalah agar kinerja pemerintahan Jokowi lebih maksimal lagi, menggingat energi anak muda sangat kuat dan dapat kerja cepat.

“Aspek daerah, usia dan rekam jejak kandidat perlu presiden terpilih perhitungkan pada jajaran kabinetnya ke depan. Kalimantan Barat yang belum pernah menjadi (mendapat jatah) menteri, saya kira sangat perlu menjadi perhatian presiden terpilih dalam rangka menjaga kerja sama pembangunan dan integritas daerah,” tutur Abel. (noy)