Mei 20, 2026

Kalbar Rawan Masuknya Barang Ilegal, Karantina Perkuat Pengawasan Jelang Idul Adha 2026

IMG-20260520-WA0001

Kalbar wilayah rawan akan peredaran bahan pangan ilegal menjelang idul adha

KILASKALBAR – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Barat memperketat pengawasan terhadap masuknya barang pangan ilegal melalui wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

 

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Barat, Ferdi, mengatakan Kalbar merupakan wilayah yang sangat rawan terhadap aktivitas penyelundupan karena memiliki jalur perbatasan yang panjang, mencapai lebih dari 800 kilometer.

 

“Kalbar merupakan daerah perbatasan yang memiliki potensi besar terhadap masuknya barang ilegal, khususnya pangan dan komoditas hewan maupun tumbuhan. Dengan panjang perbatasan mencapai 800 kilometer lebih, tentu pengawasan tidak bisa dilakukan sendiri,” ujarnya saat diwawancarai awak media.

 

Menurutnya, menjelang Idul Adha aktivitas lalu lintas barang cenderung meningkat, sehingga diperlukan pengawasan ekstra guna mencegah masuknya komoditas ilegal yang tidak memenuhi standar kesehatan maupun ketentuan karantina.

 

Ferdi menegaskan pihaknya terus memperkuat koordinasi dan kerja sama lintas sektor bersama aparat keamanan serta instansi terkait untuk melakukan pengawasan di pintu-pintu masuk perbatasan.

 

“Kami terus bersinergi dengan stakeholder terkait, baik TNI, Polri, pemerintah daerah maupun instansi teknis lainnya untuk mencegah dan mengawasi masuknya barang pangan ilegal ke Kalimantan Barat,” katanya.

 

Ia menambahkan, pengawasan tersebut penting dilakukan guna melindungi masyarakat dari ancaman penyakit hewan menular, organisme pengganggu tumbuhan, hingga pangan yang tidak layak konsumsi.

 

Sebelumnya, Karantina Kalbar bersama aparat penegak hukum juga berhasil menggagalkan peredaran puluhan ton pangan ilegal asal luar negeri yang masuk tanpa dokumen resmi karantina.

 

Selain pengawasan lapangan, Karantina Kalbar juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah perbatasan mengenai pentingnya pengawasan lalu lintas hewan, ikan dan tumbuhan guna menekan potensi perdagangan ilegal dan penyebaran penyakit.

 

Ferdi berharap seluruh pihak dapat ikut berperan aktif dalam menjaga keamanan pangan dan mencegah masuknya komoditas ilegal, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan yang biasanya diiringi meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *