Mei 15, 2026

Rekor Dunia 12.017 Porsi Lontong Sukadana, Gubernur Ria Norsan: Dorong Ekonomi dan UMKM Kalbar

IMG-20260503-WA0002

Pecahkan rekor muri, 12 Ribu Lontong Sukadana berhasil di buat di dalam 1 kegiatan

KILASKALBAR – Provinsi Kalimantan Barat kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat dunia dengan menghadirkan 12.017 porsi lontong Sukadana yang berhasil dimasak dan disajikan dalam satu kegiatan, sekaligus memecahkan rekor dunia yang dicatat oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

 

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia, peserta, serta masyarakat yang terlibat dalam suksesnya kegiatan tersebut.

 

“Alhamdulillah, atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pelaksana dan masyarakat, termasuk UMKM yang sudah berpartisipasi maksimal sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik,” ujarnya.

 

Menurut Norsan, dampak dari kegiatan ini tidak hanya sebatas pencapaian rekor, tetapi juga memberikan efek positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

 

“Imbasnya, ekonomi kita tumbuh. UMKM juga ikut berkembang. Kita memang dikenal dengan kuliner, khususnya di Pontianak, sehingga kita siapkan makanan yang bisa dinikmati masyarakat luas,” tambahnya.

 

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut, yang dinilai sebagai momentum penting dalam memperkenalkan kuliner khas Kalimantan Barat ke tingkat yang lebih luas.

 

“Ini patut kita syukuri kepada Allah SWT, karena hari ini kita berhasil memecahkan rekor dunia dengan 12.017 porsi lontong Sukadana untuk masyarakat, khususnya di Kota Pontianak,” ungkapnya.

 

Sementara itu, panitia acara, Edy Hartono, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara matang, dimulai dari pembukaan, demo memasak, hingga puncak acara pemecahan rekor.

 

“Hari ini kita bukan hanya mencatat rekor Indonesia, tapi sudah rekor dunia, dengan memasak 12.017 porsi lontong Sukadana,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, pemilihan lontong Sukadana sebagai menu utama bertujuan untuk mengangkat kekayaan kuliner khas daerah di Kalimantan Barat.

 

“Kita ingin mengidentifikasi kekayaan budaya tak benda dari seluruh kabupaten/kota di Kalbar. Tahun ini kita mulai dari lontong Sukadana, ke depan akan kita lanjutkan dengan kuliner daerah lainnya,” ujarnya.

 

Dari segi cita rasa, lontong Sukadana memiliki keunikan tersendiri dibandingkan jenis lontong lainnya, baik dari bumbu maupun kondimen yang digunakan.

 

Persiapan kegiatan ini memakan waktu hampir satu bulan, melibatkan ratusan peserta dari berbagai unsur. Tercatat sekitar 300 orang turut ambil bagian, terdiri dari 200 siswa SMK Negeri 5, lebih dari 80 anggota asosiasi chef, serta tim dari berbagai restoran.

 

Untuk bahan baku, panitia menghabiskan anggaran sekitar Rp70 juta, belum termasuk biaya tenaga kerja. Meski demikian, Edy mengaku puas dan bangga dengan hasil yang dicapai.

 

“Kita bangga karena ini bukan hanya soal rekor, tetapi juga tentang upaya mengangkat keberagaman kuliner kita,” pungkasnya.

 

Keberhasilan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk terus mempromosikan kekayaan kuliner Kalimantan Barat ke tingkat nasional hingga internasional, sekaligus memperkuat identitas daerah melalui sektor ekonomi kreatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *