Gubernur Ria Norsan Ajak Perempuan Untuk Teladani Kartini Dengan Karya Nyata
Ria Norsan Dorong Perempuan Untuk Teladani RA Kartini
KILASKALBAR – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan didampingi Ketua TP PKK Provinsi Kalbar Erlina Ria Norsan secara resmi membuka Peringatan Hari Kartini ke-62 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang digelar di Aula Garuda Kantor Gubernur, Gedung Pelayanan Terpadu, Rabu (22/4/2026).
Ria Norsan menegaskan bahwa esensi perjuangan Raden Ajeng Kartini di era modern tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan harus diwujudkan melalui kontribusi nyata perempuan dalam pembangunan.
Ia menyampaikan bahwa penetapan 21 April sebagai Hari Kartini melalui Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 1964 merupakan bentuk penghargaan negara atas jasa besar Kartini dalam memperjuangkan hak pendidikan dan peran sosial perempuan.
“Kartini adalah pelopor emansipasi. Ia memperjuangkan kesetaraan bukan untuk menandingi laki-laki, tetapi menegaskan bahwa perempuan berhak berkembang, belajar, dan berkarya,” ujar Gubernur di hadapan Forkopimda, kepala daerah se-Kalbar, serta organisasi perempuan.
Gubernur juga mengingatkan bahwa berbagai capaian perempuan saat ini merupakan hasil dari perjuangan panjang yang telah membuka banyak peluang. Namun demikian, tantangan ke depan masih memerlukan komitmen bersama.
“Meneladani Kartini bukan sekadar mengenakan kebaya, tetapi bagaimana perempuan terus belajar, berkarya, dan berkontribusi nyata bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” tegasnya.
Ia turut mengapresiasi peran perempuan dalam membentuk karakter kepemimpinan, seraya menekankan bahwa keberhasilan seorang laki-laki tidak terlepas dari peran ibu dan istri.
Menutup sambutannya, Gubernur berharap peringatan ini menjadi pemantik semangat perempuan Kalimantan Barat untuk terus berdaya dan mandiri.
“Perempuan hebat adalah Kartini masa kini, membangun bangsa dengan hati,” tutupnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kalbar Dr. Hj. Erlina membacakan pidato kunci Ibu Wakil Presiden RI, Selvi Gibran Rakabuming. Dalam pidato tersebut disampaikan bahwa meskipun Indeks Pembangunan Gender (IPG) tahun 2024 mencapai 91,85, peningkatannya masih relatif lambat.
Beberapa tantangan yang disoroti antara lain tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan yang masih berada di angka 56,42 persen, keterwakilan perempuan di parlemen sekitar 22,48 persen, serta masih adanya 24,8 persen perempuan yang melahirkan di luar fasilitas kesehatan.
“Semangat Kartini hari ini bukan hanya membuka akses, tetapi memastikan perempuan memiliki pilihan, suara, dan kendali atas hidupnya,” ungkap Erlina.
Ia juga menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan menjadi bagian penting dari Asta Cita ke-4 menuju Indonesia Emas 2045.
Puncak acara ditandai dengan peluncuran buku berjudul “Camilan Kenangan” yang diresmikan langsung oleh Gubernur. Karya ini diharapkan menjadi simbol kreativitas dan semangat literasi perempuan Kalimantan Barat.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan fashion show serta penyerahan hadiah kepada para peserta yang telah berpartisipasi dalam peringatan Hari Kartini 2026.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak guna menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Acara turut dihadiri Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK/Dekranasda Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalbar, perwakilan Bank Indonesia, OJK, serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
