Ini Arah Pembangunan Kalbar di Tahun 2027, Jembatan Kapuas 3, Tol dan Bandara Jadi Prioritas
Gubernur Kalbar, Ria Norsan telah menentukan arah kebijakan pembangunan di tahun 2027
KILASKALBAR – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan membeberkan arah pembanguan Provinsi Kalimantan Barat pada Tahun 2027 yang disampaikan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Kalbar tahun 2027 di Aula Garuda, pada Selasa (21/04/2026).
Berdasarkan target tersebut, arah kebijakan pembangunan Kalimantan Barat pada tahun 2027 difokuskan pada Modernisasi sektor primer, Perlindungan daya beli masyarakat, Penciptaan lapangan kerja, Pengurangan ketimpangan dan penguatan konektivitas.
“Jadi prioritasnya meliputi pembangunan manusia, penguatan ekonomi daerah, infrastruktur dan layanan dasar, lingkungan hidup, ketahanan bencana, transformasi digital, serta pengembangan seni dan budaya”, ujar Ria Norsan dalam sambutan.
Tak hanya kolaborasi antar daerah, proyek-proyek strategis yang memerlukan dukungan pemerintah pusat antara lain mencakup pembangunan :
Jembatan Kapuas 3 dan Pontianak Outer Ring Road,
Tol Bandara Supadio–Pelabuhan Kijing,
Jalan paralel perbatasan Nanga Era–batas Kalimantan Timur,
Jalan poros tengah Kalimantan,
Pengembangan PLBN Temajuk dan PLBN Sei Kelik,
Peningkatan Bandara Kota Singkawang,
Pembangunan Bandara Kayong Utara,
Pembangunan jalan lingkar barat dan lingkar utara Kota Singkawang,
Pengembangan SPAM Regional Singkawang–Sambas, serta sejumlah peningkatan jalan dan jembatan strategis lainnya.
Menurutnya, dukungan pusat terhadap proyek-proyek tersebut sangat penting, karena tidak hanya akan memperkuat konektivitas dan pelayanan dasar, tetapi juga menjadi pengungkit utama bagi pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan penguatan daya saing wilayah Kalimantan Barat. Norsan juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah hingga akademisi dan dunia usaha, untuk menjaga konsistensi dan kedisiplinan perencanaan.
“Agenda transformasi Kalimantan Barat tidak mungkin berhasil apabila dijalankan secara sektoral dan sendiri-sendiri. Pembangunan tahun 2027 harus benar-benar memberi hasil yang dapat dirasakan masyarakat: pendidikan yang lebih merata, layanan kesehatan yang lebih baik, serta kesempatan kerja yang lebih luas,” tuturnya.
Norsan juga meberikan motivasi kepada Kab/Kota yang ada di Kalimantan Barat untuk terus melakukan inovasi dan akselerasi dalam pembangunan daerah dengan kondisi fiskal/keuangan saat ini.
“Jadi Kepala Daerah di Kalbar, harus terus berinovasi. Kita harus mampu bertahan dengan kondisi keuangan yang ada. Salah satu kebijakan krusial yang kita ambl adalah dengan melakukan optimalisasi opsen pajak, meningkatkan porsi pendapatan bagi hasil pajak bagi daerah (kab/kota) serta mempercepat poroses penyalurannya”, tutupnya.
