Mei 25, 2026

Sahur-Sahur Mempawah 2026, Kolaborasi Ramadan dan Imlek Warnai Kalbar

IMG-20260301-WA0000

Gubernur Kalbar, Ria Norsan memberikan bantuan untuk penyelenggaraan Even Sahur Sahur 2026 di Kabupaten Mempawah ( Foto : RN Media Center )

KILASKALBAR – Semarak budaya dan kebersamaan terasa kuat di Kabupaten Mempawah saat Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan, secara resmi membuka Festival Sahur-Sahur 2026, Sabtu (28/2/2026). Festival yang berlangsung hingga 7 Maret 2026 ini kembali masuk dalam kalender event tahunan Provinsi Kalbar dan menjadi salah satu agenda budaya yang dinantikan masyarakat.

Ratusan peserta tampak antusias mengikuti pembukaan festival yang digelar meriah tersebut. Tradisi Sahur-Sahur yang telah diwariskan turun-temurun ini menjadi simbol kekompakan masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Mempawah beserta tokoh budaya, agama, dan adat yang terus menjaga dan melestarikan warisan budaya tersebut.

“Energi kebersamaan yang terpancar malam ini menjadi bukti bahwa tradisi ini tetap hidup hingga saat ini. Festival ini bukan hanya perayaan, tetapi juga ruang ekspresi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Festival Sahur-Sahur tahun ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili serta bulan suci Ramadan. Momentum ini dinilai menjadi simbol harmoni antar-etnis di Kalbar.

“Dua cahaya menyatu untuk membangun Kalbar yang kita cintai. Kolaborasi antara masyarakat Tionghoa dan Melayu adalah kekuatan besar untuk membangun Kalbar yang kita banggakan,” katanya.

Festival Sahur-Sahur sendiri dikenal sebagai tradisi membangunkan warga untuk makan sahur dengan berbagai kreasi bunyi-bunyian dan atraksi unik. Selain menjadi bagian dari kearifan lokal, kegiatan ini juga berkembang menjadi daya tarik wisata yang membanggakan, khususnya bagi Kabupaten Mempawah.

Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, Festival Sahur-Sahur diharapkan semakin memperkuat identitas budaya sekaligus mempererat persatuan masyarakat Kalbar.

“Kalbar adalah rumah besar kita yang harus kita bangun bersama,” tutupnya.(dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *