Meriahkan Imlek, Damkar Panca Bhakti Pasang Ribuan Lampion
Pengurus Damkar Panca Bhakti meriahkan Imlek dengan Lampion dan Replika Naga (Foto: Dika Febriawan)
KILASKALBAR – Pemadam Kebakaran Panca Bhakti meluncurkan festival lampion dengan memasang ribuan lampion di jalan raya dan membuka photo booth di depan posko damkar.
Dalam peluncuran yang dibuka oleh Ketua Umum Damkar Panca Bhakti The Iu Sia didampingi Wakil Ketua Umum Damkar Panca Bhakti Jupri Syukur dan sejumlah pengurus Damkar Panca Bhakti tersebut diwarnai dengan atraksi replika naga kecil dan kembang api.
Wakil Ketua Umum Damkar Panca Bhakti Jupri Syukur mengatakan bahwa Imlek bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi memiliki makna mendalam bagi masyarakat.
“Makna Tahun Baru Imlek itu pertama adalah mulainya musim semi. Kedua, kita selalu mengharapkan di tahun depan bisa memberikan kita kesehatan, keberuntungan, dan kesejahteraan, untuk seluruh masyarakat di Pontianak pada umumnya dan kepada Panca Bhakti pada khususnya,” ujarnya saat diwawancarai awak media pada, Sabtu (14/02/26).
Selain itu dalam empat tahun terakhir, Damkar Panca Bhakti dinilai semakin menunjukkan eksistensinya di tengah masyarakat. Jupri menegaskan bahwa peran serta pemadam kebakaran swasta kini telah dirasakan luas oleh warga Pontianak.
“Peran serta pemadam kebakaran swasta ini sudah dirasakan oleh semua masyarakat pada umumnya,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah hal yang perlu dibenahi ke depan. Mulai dari infrastruktur, fasilitas pendukung, hingga peningkatan kualitas pelatihan bagi seluruh personel.
“Untuk tahun ke depannya tentunya masih banyak kekurangan yang harus kita lengkapi, baik dari infrastrukturnya, fasilitasnya, dan personel. Itu yang ingin kita kembangkan,” jelas Jupri.
Hal yang menggembirakan, menurutnya, adalah semakin aktifnya generasi muda dalam tubuh organisasi.
“Yang kita lihat hari ini yang sudah mulai aktif ini adalah generasi muda semua. Kita sangat mengharapkan ini bisa dilanjutkan ke depannya oleh yang muda-muda,” tambahnya.
Selain itu pada Tahun ini, perayaan Imlek berdekatan dengan bulan Ramadan. Menanggapi hal tersebut, Jupri menekankan pentingnya menjaga toleransi dan saling menghormati antarumat beragama di Kalimantan Barat.
“Dalam kehidupan bermasyarakat, toleransi kepada semua suku di Kalimantan Barat ini sudah terkenal dengan toleransinya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah penyesuaian dilakukan agar kegiatan tidak bertabrakan dengan waktu ibadah puasa.
“Untuk panggilan dan lain sebagainya harus kita sesuaikan jamnya, jangan sampai bertabrakan. Itu yang ingin kita bawa bersama. Kita semua sudah mengerti dan saling menghormati,” tegasnya. (dk)
