Januari 25, 2026

Dekati Rumah, Warga Sungai Raya Dilanda Kepanikan Akibat Karhutla

IMG-20260124-WA0001

Karhutla dekati rumah warga (Foto:Dika Febriawan)

KILASKALBAR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat bahkan beberapa di antaranya dilaporkan sudah mendekati permukiman warga salah satunya karhutla yang terjadi di Wilayah Jalan Wonodadi 2, Komplek Gold Losari, Kecamatan Sungai Raya, pada Jumat, 23 Januari 2026.

Seorang warga setempat, Hafizah, mengaku khawatir karena api terus mendekat ke rumahnya bahkan kebakaran lahan sebenarnya sudah terlihat sejak sehari sebelumnya di area belakang rumah warga sebelah kanan, namun asap sempat menghilang pada sore hari.

“Sekitar pukul 13.00 WIB saya kembali melihat asap di belakang rumah. Pukul 13.30 WIB saya menghubungi petugas yang biasa mengawasi perumahan, lalu sekitar pukul 14.00 WIB api sudah mulai menjalar ke arah sini,” ujarnya.

Melihat api semakin membesar, Hafizah segera memanggil tetangga untuk membantu menyiram api sambil menghubungi pihak pengelola perumahan dan rekannya yang bekerja di pemadam kebakaran.

Ia mengaku sempat panik hingga menangis saat mengetahui api sudah sangat dekat dengan rumahnya.

Menurutnya, api terlihat besar dengan asap hitam pekat disertai suara yang membuatnya ketakutan.

“Saya kira tadi bunyinya suara hujan, ternyata suara api yang terbakar. Saya kebetulan sendirian di rumah, jadi saya panik dan minta tolong tetangga,” katanya.

Hafizah menambahkan, api sebenarnya sudah mulai merembet sejak sekitar pukul 13.00 WIB, namun kondisi angin kencang sekitar pukul 13.30 WIB membuat kobaran api semakin membesar dan cepat menjalar.

Hingga kini, ia mengaku masih waspada karena khawatir api kembali mendekat. Bahkan, sejak kejadian tersebut ia mengaku sulit beristirahat dengan tenang.

“Tidur pun dari kemarin tidak tenang, karena sudah diingatkan pemadam bahwa api kemungkinan besar akan merembet ke sini,” tutupnya.

Sementara itu, warga lainnya, Ita, mengatakan saat kejadian dirinya sedang bekerja dan mendapat telepon dari keponakannya yang mengabarkan adanya kebakaran lahan di kawasan perumahan tersebut.

“Saya lalu menghubungi anak saya dan bilang kalau ada kebakaran lahan di belakang rumah. Setelah dapat kabar itu saya langsung panik dan pulang ke rumah sekitar pukul 14.30 WIB,” ujarnya.

Menurut Ita, saat ini kondisi sudah mulai membaik dibandingkan sebelumnya ketika api masih terlihat menyala.

Meski demikian, ia mengaku tetap bersiaga dengan menyiapkan air di rumah sebagai langkah antisipasi.

“Sekarang sudah agak mendingan, tapi tadi apinya masih menyala-nyala. Saya sudah siapkan air di rumah untuk jaga-jaga kalau api mendekat,” pungkasnya.(dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *