Mei 2, 2026

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Raih ProKlim Utama Melalui Program Integrasi Antar Kampung

IMG-20260114-WA0002

Pengrajin tenun (Foto:Humas Pertamina)

KILASKALBAR – Mengawali Tahun 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Integrated Terminal (IT) Pontianak dengan capaian membanggakan di bidang lingkungan hidup.

Program inovatif Integrasi Antar Kampung yang dijalankan secara berkelanjutan berhasil mengantarkan tiga kampung binaan meraih Penghargaan Program Kampung Iklim (ProKlim) Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Capaian ini menjadi rekor baru bagi Provinsi Kalimantan Barat. Kampung Gambut Siantan Hilir berhasil meraih Trofi ProKlim Utama, menjadikannya satu-satunya kampung di Kalimantan Barat yang memperoleh predikat tertinggi pada periode penilaian ini. Sementara itu, Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa dan Kampung Tangguh 27 masing-masing menerima Sertifikat ProKlim Utama.

Program Integrasi Antar Kampung yang dimulai sejak Juni 2025 ini merupakan hasil kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga IT Pontianak dengan Pemerintah Kecamatan Pontianak Utara. Melalui pendekatan integratif, program ini tidak berjalan secara parsial, melainkan menghubungkan potensi dan kekuatan masing-masing kampung untuk saling mendukung dalam pembangunan berkelanjutan.

Pendampingan yang dilakukan mencakup berbagai aspek strategis, mulai dari mitigasi perubahan iklim melalui pengelolaan sampah berbasis komunitas dan pemanfaatan energi terbarukan skala kecil; adaptasi perubahan iklim melalui penguatan ketahanan pangan lokal serta konservasi lahan gambut; hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui integrasi sektor wisata tenun yang selaras dengan pelestarian lingkungan.

Manager Integrated Terminal Pontianak, Tony Kurniawan, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari konsistensi pendampingan serta keterlibatan aktif masyarakat di seluruh kampung binaan.

“Capaian tiga ProKlim Utama ini bukan hasil instan. Integrasi antar kampung menjadi kunci percepatan karena masing-masing wilayah saling menguatkan praktik baik yang telah berjalan. Hal ini membuktikan bahwa pendekatan kolaboratif mampu menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujar Tony.

Apresiasi juga disampaikan Camat Pontianak Utara, Indrawan Tauhid. Ia menilai sinergi lintas pihak yang terbangun melalui program ini telah mendorong perubahan nyata di tingkat masyarakat.

“Kolaborasi dengan Pertamina membawa percepatan pembangunan di tingkat RW. Perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan semakin terlihat dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup serta kemandirian ekonomi warga,” ungkap Indrawan.

Di tempat terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan bahwa keberhasilan ini mencerminkan transformasi pendekatan CSR Pertamina yang semakin terintegrasi dan berbasis kebutuhan wilayah.

“Program integrasi antar kampung menunjukkan bahwa CSR tidak hanya membangun satu lokasi, tetapi membentuk ekosistem yang saling terhubung. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pendekatan kolaboratif mampu menghasilkan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan,” jelas Edi.

Ia menambahkan bahwa capaian ProKlim Utama ini sekaligus memperkuat komitmen Pertamina Patra Niaga dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung agenda pemerintah menuju Net Zero Emission (NZE) melalui aksi iklim berbasis masyarakat.

Dengan diraihnya trofi dan sertifikat ProKlim Utama tersebut, Integrated Terminal Pontianak berkomitmen untuk terus memperluas dan mereplikasi program Integrasi Antar Kampung di wilayah operasionalnya guna membangun ekosistem hijau yang tangguh dan berkelanjutan di Kalimantan Barat.(dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *