Januari 31, 2026

Museum Keliling “Panggung Peradaban” Bawa Sejarah dan Budaya Kalbar Dekat ke Masyarakat

WhatsApp-Image-2025-12-24-at-19.17.24-1024x467

KILASKALBAR — Museum Provinsi Kalimantan Barat terus berupaya mendekatkan masyarakat dengan warisan budaya daerah melalui program Museum Keliling “Panggung Peradaban”. Program ini menghadirkan koleksi museum langsung ke kabupaten-kabupaten di Kalimantan Barat, sehingga masyarakat dapat menikmati pengalaman belajar sejarah dan budaya tanpa harus datang ke Pontianak.

Plt. Kepala UPT Museum Provinsi Kalimantan Barat, Ryan Almunthahar, menegaskan pentingnya inovasi ini untuk meningkatkan minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap budaya lokal.
“Dengan membawa koleksi museum langsung ke masyarakat, kami ingin sejarah dan budaya Kalbar dapat diakses lebih luas. Ini cara kami agar museum lebih dekat dan relevan bagi publik,” ujar Ryan.

Program Museum Keliling menghadirkan berbagai koleksi budaya, mulai dari artefak sejarah, kerajinan tangan, hingga motif tradisional khas Kalbar. Selain sebagai sarana edukasi, kegiatan ini juga berperan sebagai media promosi bagi pengrajin lokal dan pelestari budaya.

Ryan menjelaskan, program ini tidak hanya menampilkan koleksi statis, tetapi juga menghadirkan pengalaman interaktif bagi pengunjung. Hal ini membuat museum keliling lebih hidup dan menyenangkan, sekaligus memudahkan masyarakat memahami filosofi dan nilai budaya yang terkandung dalam setiap karya.
“Program ini memungkinkan pelajar dan masyarakat mengenal sejarah dan budaya Kalbar secara lebih nyata. Mereka bisa belajar sambil berinteraksi langsung dengan benda-benda budaya,” tambahnya.

Respon masyarakat terhadap program ini sangat positif. Pelajar, guru, dan warga menyambut antusias kehadiran museum keliling, bahkan banyak yang mengaku semakin tertarik mempelajari sejarah daerah. Program ini dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian budaya.

Koleksi kerajinan tradisional yang ditampilkan juga membuka peluang bagi pengrajin untuk memperluas pasar dan meningkatkan apresiasi terhadap karya budaya asli Kalbar.
“Kami berharap program ini tidak hanya memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi pengrajin lokal. Museum bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana budaya terus hidup dan memberikan dampak positif bagi masyarakat hari ini,” ujar Ryan.

Dengan strategi ini, Museum Provinsi Kalimantan Barat berhasil menjadikan budaya lebih mudah diakses, relevan, dan menarik bagi semua lapisan masyarakat, sekaligus membuktikan bahwa museum dapat menjadi ruang belajar yang hidup dan bermanfaat bagi generasi sekarang dan mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *