Januari 31, 2026

Pelestarian Corak Insang Dorong Identitas Budaya dan Ekonomi Kreatif Kalbar

X.-IMG-20250215-WA0061-1024x683

KILASKALBAR — Upaya pelestarian Corak Insang tidak hanya penting untuk menjaga identitas budaya Melayu Kalimantan Barat, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif bagi pengembangan ekonomi kreatif daerah. Hal ini disampaikan oleh Plt. Kepala UPT Museum Provinsi Kalimantan Barat, Ryan Almunthahar, yang mengajak masyarakat untuk terus mempromosikan motif tradisional ini.

Ryan menilai bahwa Corak Insang memiliki nilai budaya sekaligus nilai ekonomi apabila terus dikembangkan melalui karya para pengrajin tekstil lokal.
“Ketika budaya terus hidup, manfaatnya tidak hanya dirasakan secara identitas, tetapi juga secara ekonomi oleh para pengrajin lokal,” ujarnya.

Menurut Ryan, tradisi bukanlah sesuatu yang statis, karena bukan sekadar masa lalu, tetapi denyut kehidupan yang masih terasa hingga hari ini. Dari tangan pengrajin lokal, Corak Insang terus tumbuh dan menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat.

Motif Corak Insang yang terinspirasi dari insang ikan melambangkan napas kehidupan dan keberlangsungan hidup masyarakat sungai. Filosofi ini menjadi dasar kuat mengapa Corak Insang layak dijadikan ikon budaya Kalimantan Barat, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sebagai penutup, Ryan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mempromosikan Corak Insang.
“Mari kita promosikan dan lestarikan Corak Insang, agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Ini adalah warisan berharga yang layak kita jaga dan banggakan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *