Pameran “Belayar Mengejar Mimpi” Ajak Anak-anak Kalbar Berekspresi Lewat Seni Rupa
KILASKALBAR – Seni rupa menjadi ruang inklusi dan edukasi bagi anak-anak Kalimantan Barat dalam Pameran Seni Rupa Anak bertajuk “Belayar Mengejar Mimpi” yang digelar di Gedung Indoor Taman Budaya Kalbar, Rabu (24/7/2025).
Kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Anak Nasional 2025 ini menampilkan 29 karya seni dari 20 seniman cilik, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Setiap karya menghadirkan imajinasi, pesan sosial, dan semangat keberagaman.
Seni dan Lingkungan dalam “Ular Tangga Impian”
Salah satu karya yang menarik perhatian adalah instalasi interaktif “Ular Tangga Impian”, hasil kolaborasi tiga seniman muda: Myisha Michaela, Aqila Destrilisa, dan Assyfa Azzahra Maulina.
Dengan papan berukuran 80×80 cm, permainan ini mengajak pengunjung bermain sambil belajar tentang keberanian bermimpi dan peduli lingkungan.
Dadu yang terbuat dari batok kelapa dan bidak dari botol bekas menjadi simbol kreativitas ramah lingkungan.
“Anak-anak ini tidak hanya berkarya, tapi juga belajar. Nilai-nilai sosial dan edukatif tersampaikan dengan cara yang sangat alami,” ujar Kepala Disdikbud Kalbar, Rita Hastarita, yang turut mencoba langsung permainan tersebut.
Seni sebagai Bahasa Universal
Plt Kepala UPT Museum Kalbar, Ryan Almutahar, menyebut pameran ini sebagai ruang ekspresi terbuka bagi semua anak, termasuk penyandang disabilitas.
“Kami ingin seni menjadi bahasa universal tanpa batasan. Semua anak berhak untuk berekspresi,” ungkapnya.
Selain pameran, kegiatan juga diramaikan lomba melukis untuk siswa SD, SMP, dan anak disabilitas, serta pagelaran seni pada Sabtu malam (26/7) sebagai puncak acara.
Mendorong Anak Bermimpi dan Bersuara
Menurut Rita Hastarita, pameran semacam ini penting karena memberi ruang agar anak-anak berani bermimpi dan bersuara melalui seni.
“Anak-anak harus merasa punya tempat untuk menyampaikan isi hati dan mimpi mereka. Seni mengajarkan mereka cara mengekspresikan harapan dengan kreatif dan bermakna,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, pendekatan berbasis seni dalam pendidikan perlu terus diperkuat karena berperan besar dalam membentuk karakter, empati, dan kreativitas anak-anak di Kalimantan Barat.
